Di ujung senja
Aku
melangkahkan kaki ku menuju ruang yang sunyi itu,suasana tampak sangat terasa
pedih di hati.Di sudut ruangan duduk seorang laki-laki diam menatap langit sore
di balik kaca jendela.Aku memegang bahunya dan berkata ”are you oke?” tapi
matanya berbinar dan berkaca-kaca tampak sudah tak kuasa menahan tangis
nya.Lalu dia berkata “Apa aku akan tetap seperti ini?selamanya?”.
Aku terdiam sejenak sembari mengusap air
matanya yang mulai menetes sejak tadi,dan aku berkata “Tidak,semuanya akan
baik-baik saja kami disini untuk mu”.Aku selalu berusaha untuk menghiburnya
setiap hari,memberinya semangat dan selalu menemaninya.Kami sudah sangat lama
bersama,ya dia adalah kekasih ku yang mengidap penyakit langka.Kami selalu
menghabiskan waktu bersama di ruang ini hanya untuk menenangkan nya.
Setiap hari dia
akan selalu bertanya padaku “Apa kamu tidak lelah menemaniku sepanjang hari?” “Tentu
saja tidak" jawab ku.Dia selalu merasa bahwa aku sudah di repotkan oleh nya.Dia
selalu menceritakan semua yang dia alami,rasa sakit bahkan sampai mengeluh
karna dia bilang dia bosan berada di ruangan seperti ini setiap hari.Aku sangat
sedih melihat kondisinya kini,wajah cerianya yang dulu sering membuat
orang-orang tertawa kini seakan sirna.
Rasa sakit yang ia
alami selama ini membuat semua orang yang selalu berada di sisinya sangat
terpukul,ia selalu mengeluh jika saat nya untuk meminum obat.Tapi dia anak yang
tegar selalu merasa tidak enakan jika harus terus merepotkan orang lain.1 tahun
dia mengalami ini dan aku selalu bersamanya dan tetap menemani nya sejak
pertama kali dia sakit bahkan sejak pertama kali kami saling mengenal.
Kami sangat bahagia jika sedang bersama dia
tak pernah ingin menunjukan rasa sakitnya padaku,dia selalu ingin terlihat sebagai
laki-laki yang kuat.Walau terkadang memang sangat manja pada ibunya dan juga
padaku.Saat aku tau dia sakit,aku sangat merasa terpukul apalagi ibunya yang
tak kuasa membendung air matanya di hadapanku.Beliau
selalu berpesan agar aku selalu menemani dan merawat putranya dengan penuh kasih
sayang.
Hari-hari kami lalui bersama,dan setiap aku
akan menemuinya dia selalu berada di kursi rodanya diam di sudut ruangan hanya
untuk melihat langit sore di balik jendela,dia sangat mengagumi itu menurutnya
senja adalah ciptaan tuhan yang sangat indah.Kami sangat saling menyayangi satu
sama lain apalagi kami sudah sangat lama
bersama.Pada pagi hari dia selalu mengirimkan pesan untuk ku agar aku semangat
bekerja dan selalu mencoba mengatasi rasa lelah ku.
Hari demi hari waktu demi waktu kulihat dia
semakin lemah,sangat tak berdaya dia akan berbaring di tempat tidur dan duduk
di sudut ruangan setiap sore nya.Dia selalu berkata ingin bersamaku selamanya.Dan
tentu saja aku meng-Iyakan perkataannya,kami sangat bahagia meski harus
melewati masa-masa seperti ini.Dia tampak lebih murung kali ini.Kami selalu
mengkhawatirkan keadaannya yang semakin lama semakin memburuk.
Sampai suatu ketika dia tak mengirimkan pesan semangat nya lagi untukku,aku sangat gelisah hari itu.Sepulang kerja aku langsung
pergi kerumah sakit tanpa mengganti pakaian ku terlebih dahulu seperti biasanya.Aku sangat
kaget kenapa banyak sekali orang di depan ruangan itu,mereka menangis,sampai
akhirnya ibunya memberi tahuku bahwa kekasihku telah tiada.Aku sangat hancur
dan terpukul,dan semenjak saat itu senja adalah hal paling menyakitkan untuk
ku.





